Lompat ke isi utama

Berita

Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Begini Bawaslu Blora Memaknainya

Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Begini Bawaslu Blora Memaknainya

Jajaran Bawaslu Kabupaten Blora melaksanakan Upacara Bendera memperingati HUT RI ke-81 pada Senin, 17 Agustus 2026

BLORA – Tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” tidak berhenti sebagai slogan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi Bawaslu Kabupaten Blora, tema tersebut memiliki kaitan erat dengan tugas menjaga demokrasi dan memastikan kedaulatan rakyat tetap terwujud melalui proses pemilu yang jujur dan adil.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Blora Andyka Fuad Ibrahim dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Blora, Senin (17/8/2026).

Andyka menegaskan bahwa semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk dalam menjaga kualitas demokrasi.

"Dalam demokrasi, kedaulatan itu salah satunya diwujudkan melalui pemilu. Rakyat memiliki kedaulatan untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan kehendaknya. Karena itu, tugas kita di Bawaslu adalah menjaga suara rakyat tersebut agar tidak dicederai oleh pelanggaran dan praktik-praktik yang merusak demokrasi." Ujar Andyka dalam amanatnya.

Kemudian, lanjut Andyka, Kata “adil” dalam tema kemerdekaan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengawasan pemilu. Bawaslu memiliki tugas memastikan setiap proses pemilu berjalan sesuai ketentuan dan mencegah adanya tindakan yang dapat merugikan peserta maupun pemilih.

Adapun cita-cita “makmur” tidak dapat dilepaskan dari demokrasi yang sehat. Pemilu yang berintegritas menjadi salah satu fondasi penting dalam menghasilkan pemerintahan yang memperoleh legitimasi rakyat dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.

"Peringatan HUT RI ke-81 bukan hanya menjadi seremoni tahunan. Tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur tidak berhenti sebagai slogan peringatan kemerdekaan, tetapi menemukan bentuknya dalam tugas Bawaslu: menjaga suara rakyat, mengawal keadilan proses demokrasi, dan merawat kepercayaan publik" pungkas Andyka.