Bawaslu Blora Gelar Tasyakuran, Undang Pimpinan Periode 2018–2023 Rayakan HUT RI ke-81 dan Bawaslu Kabupaten/Kota ke-8
|
BLORA – Suasana berbeda terlihat di Kantor Bawaslu Kabupaten Blora, Senin (17/8/2026). Di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Bawaslu Blora menggelar tasyakuran sekaligus memperingati delapan tahun berdirinya Bawaslu Kabupaten/Kota.
Tidak hanya jajaran pimpinan dan sekretariat saat ini, sejumlah pimpinan Bawaslu Blora periode 2018–2023 turut diundang dalam kegiatan tersebut. Pertemuan itu menjadi kesempatan untuk kembali menyambung silaturahmi sekaligus mengenang perjalanan Bawaslu Blora sejak menjadi lembaga permanen di tingkat kabupaten/kota.
Tasyakuran berlangsung sederhana. Jajaran Bawaslu Blora berkumpul bersama, dilanjutkan doa dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan bangsa sekaligus perjalanan kelembagaan Bawaslu Kabupaten/Kota yang memasuki usia delapan tahun.
Kehadiran pimpinan periode sebelumnya memberi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mereka merupakan bagian dari perjalanan awal Bawaslu Kabupaten Blora sebagai lembaga permanen yang mulai terbentuk pada 2018.
Ketua Bawaslu Kabupaten Blora, Andyka Fuad Ibrahim, mengatakan peringatan ulang tahun menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan lembaga sekaligus menjaga hubungan dengan para pimpinan yang pernah menjalankan tugas di Bawaslu Blora.
“Delapan tahun ini bukan hanya tentang usia lembaga, tetapi juga tentang perjalanan dan kerja banyak orang yang pernah menjadi bagian dari Bawaslu Blora. Karena itu, kami ingin momentum ini menjadi ruang untuk bersyukur, bersilaturahmi, sekaligus belajar dari perjalanan yang sudah dilalui,” ujar Andyka.
Menurut Andyka, pengalaman pimpinan terdahulu tetap memiliki arti bagi jajaran Bawaslu saat ini. Tantangan pengawasan dapat berubah seiring waktu, tetapi nilai integritas, profesionalitas, dan komitmen terhadap demokrasi tetap menjadi hal yang harus dijaga.
Momentum tersebut sekaligus bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Karena itu, tasyakuran menjadi perayaan dua perjalanan sekaligus: perjalanan bangsa yang telah memasuki 81 tahun kemerdekaan dan perjalanan Bawaslu Kabupaten/Kota yang telah delapan tahun mengawal demokrasi di daerah.