Lompat ke isi utama

Berita

366 Jajaran Bawaslu Blora Telah Ikuti Rapid Test

Blora – Untuk memastikan kesehatan seluruh jajaran pengawas pemilu (Bawaslu) dan sebagai langkah memutus penyebaran virus Covid-19. Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Blora telah melaksanakan rapid test masal kepada seluruh jajarannya di setiap tingkatan. Penyelenggaraan rapid test dengan kerjasama dua Rumah Sakit Daerah di Kabupaten Blora, yakni RSUD dr Soetijono Blora, dan RSUD dr R. Soeprapto Cepu dilaksanakan terakhir Kamis (10/9). "Kegiatan rapid test ini diikuti sebanyak 366 orang pengawas mulai dari tingkat Kabupaten hingga pengawas ditingkat Desa. Dimulai tanggal 24 Agustus dan selesai pada Kamis 10 September hari ini.” Ujar Anggota Bawaslu Kabupaten Blora, Andyka Fuad Ibrahim. Dijelaskan Andyka, rapid test ini dilakukan guna memastikan kesiapan dan kesehatan para pengawas dalam pengawasan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blora. "Jadi, sebelum menjalankan tugas seluruh jajaran kami (Bawaslu) mulai dari Pimpinan di Kabupaten. Kemudian Panwaslu Kecamatan hingga Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) harus dipastikan benar-benar sehat," tegasnya. Sementara berkaitan hasil rapid test, disampaikan Anggota Bawaslu Blora, Ahmad Rozak bahwa dari 366 jajaran yang mengikuti rapid test, dinyatakan reaktif sebanyak 13 dan sisanya dinyatakan non-reaktif. Selanjutnya ke 13 pengawas yang dinyatakan reaktif tersebut akan dilakukan swab test. Ahmad Rozak yang merupakan Koordinator Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Blora juga berpesan agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada untuk selalu mematuhi protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran Covid-19. “Mari bersama-sama kita menjaga kesehatan diri dengan mematuhi protokol yang dianjurkan pemerintah, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan semoga pandemi ini bisa cepat berakhir.” Pungkasnya. Humas Bawaslu Kabupaten Blora
Tag
Berita