Lompat ke isi utama

Berita

Hadiri Pelantikan KPUM dan Bawasra IAI Khozinatul Ulum, Ketua Bawaslu Blora: Mahasiswa Harus Aktif Dalam Pengawasan

Hadiri Pelantikan KPUM dan Bawasra IAI Khozinatul Ulum, Ketua Bawaslu Blora: Mahasiswa Harus Aktif Dalam Pengawasan

Ketua Bawaslu Blora Andyka Fuad Ibrahim (Tengah) saat menjadi Narasumber dalam Pendidikan Demokrasi IAI Khozinatul Ulum Blora

BLORA – Bertempat di Auditorium IAI Khozinatul Ulum, Senin (13/4/2026), Ketua Bawaslu Kabupaten Blora, Andyka Fuad Ibrahim, memberikan pembekalan dalam pelantikan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dan Badan Pengawas Pemilihan Raya (Bawasra). Dalam forum bertema meningkatkan partisipasi mahasiswa untuk mewujudkan Pemira yang berkualitas tersebut, Andyka menegaskan bahwa kesuksesan Pemilihan Raya (Pemira) mahasiswa sangat bergantung pada pengawasan partisipatif dari dalam kampus sendiri.

Andyka menekankan bahwa Pemira mahasiswa tidak kebal dari potensi pelanggaran yang sering terjadi di pemilu nasional. Ia memaparkan sejumlah potensi kerawanan seperti politik uang, kampanye hitam, hoaks, hingga intimidasi yang bisa merusak kualitas kepemimpinan mahasiswa.

"Pemilu atau Pemilihan adalah kompetisi politik yang rentan terjadinya pelanggaran. Jika prosesnya sarat pelanggaran, maka hasilnya tidak akan diterima oleh rakyat (mahasiswa)," tegas Andyka di hadapan para mahasiswa.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para mahasiswa bahwa Pemira bukan sekadar rutinitas organisasi. Merujuk pada nilai-nilai Pancasila, ia menyebut bahwa target akhir dari sistem demokrasi adalah tercapainya keadilan sosial.

"Pemilu adalah alat, bukan tujuan akhir. Mahasiswa harus menggunakan hak dan kebebasannya untuk menentukan arah kebijakan melalui perwakilan yang mereka pilih. Partisipasi pemilih yang tinggi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas demokrasi di kampus," tambahnya.