Lompat ke isi utama

Berita

Jalin Kerjasama dengan STAIM, Bawaslu Blora ingin Bangun Peradaban Demokrasi di Kampus

Jalin Kerjasama dengan STAIM, Bawaslu Blora ingin Bangun Peradaban Demokrasi di Kampus

Jalin Kerjasama dengan STAIM, Bawaslu Blora ingin Bangun Peradaban Demokrasi di Kampus

Blora - Dalam rangka memperluas pendidikan demokrasi serta memperkuat jaringan pengawasan partisipatif di lingkungan perguruan tinggi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Blora resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Blora bertempat di ruang pertemuan STAIM Blora pada Jumat, 5/12/2025.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan kolaborasi pendidikan demokrasi, riset bersama, serta penguatan pengawasan partisipatif di lingkungan kampus dan masyarakat. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Blora, Andyka Fuad Ibrahim, serta Ketua STAIM Blora, Dr. H. Sukisno, M.Pd.I., beserta jajaran pimpinan dan staf dari kedua lembaga.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Blora, Andyka Fuad Ibrahim, menyampaikan bahwa Bawaslu terus aktif menjalin MoU dengan berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Blora. Menurutnya, kampus merupakan tempat berkembangnya ilmu pengetahuan dan adab, sehingga menjadi ruang penting dalam membentuk kualitas demokrasi.

“Bawaslu memiliki keinginan besar agar proses demokrasi dapat tumbuh melalui ruang-ruang kampus. Dengan kolaborasi seperti ini, kami berharap pendidikan demokrasi semakin mengakar, baik melalui riset bersama maupun kegiatan kampus yang menghadirkan Bawaslu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua STAIM Blora, Dr. H. Sukisno, M.Pd.I., menyambut baik MoU yang dilakukan bersama Bawaslu. Ia menjelaskan bahwa STAIM Blora kini terus berkembang sebagai kampus unggul di Jawa Tengah.

“Ke depan, STAIM Blora siap menjalin MoU yang lebih luas dengan berbagai lembaga untuk membuka ruang kolaborasi dan kontribusi bagi masyarakat,” ujar Sukisno.

Penandatanganan MoU ini menandai komitmen kedua lembaga dalam memperkuat literasi demokrasi, membangun budaya politik yang sehat, dan menciptakan kegiatan-kegiatan kolaboratif yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat.