Bawaslu Blora Ajak Siswa SMK Bhakti Husada Jadi Penjaga Demokrasi Sejak Dini
|
Blora - Bawaslu Kabupaten Blora mengajak generasi muda untuk tidak bersikap apatis terhadap politik dan mulai berperan aktif dalam menjaga demokrasi. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora di SMK Bhakti Husada Blora, Selasa (28/7/2026).
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Blora, Lulus Mariyonan, menjelaskan bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan pemilu atau pemilihan umum. Dalam kehidupan sehari-hari, para pelajar juga telah mengenal praktik politik melalui proses pengambilan keputusan di lingkungan sekolah, seperti kegiatan OSIS, organisasi siswa, maupun ekstrakurikuler.
Menurutnya, sikap tidak peduli terhadap politik justru dapat membuat masyarakat kehilangan kesempatan untuk ikut menentukan arah kebijakan yang akan memengaruhi kehidupan mereka di masa depan. Karena itu, generasi muda perlu memahami pentingnya berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Blora juga menyampaikan hasil Survei Indikator Politik Indonesia tahun 2024 yang menunjukkan masih banyak pemuda yang mengaku kurang tertarik pada politik. Namun, di sisi lain, sebagian besar dari mereka aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial. Kondisi ini menunjukkan bahwa anak muda sebenarnya telah terlibat dalam proses demokrasi, meskipun belum sepenuhnya menyadari hal tersebut.
Bawaslu Kabupaten Blora menegaskan bahwa partisipasi generasi muda sangat penting dalam mewujudkan demokrasi yang sehat. Oleh karena itu, Bawaslu tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan pemilu, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan, pendidikan politik, penyelesaian sengketa proses pemilu, serta penanganan pelanggaran.
Sebagai bentuk keterlibatan masyarakat, khususnya kalangan muda, Bawaslu Kabupaten Blora terus mendorong berbagai program pengawasan partisipatif, di antaranya melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), pembentukan relawan pengawas partisipatif, sosialisasi kepemiluan di berbagai kalangan, serta penguatan komunitas yang peduli terhadap demokrasi.