Bawaslu Blora Ajak Saka Adhyasta Jadi Garda Terdepan Tangkal Hoax
|
BLORA – Bawaslu Kabupaten Blora mengajak anggota Saka Adhyasta Pemilu untuk ikut mengambil peran dalam menjaga demokrasi, salah satunya dengan tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.
Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Blora, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti siswa dari SMK Ma'arif Tunjungan, SMK Negeri 1 Jepon, dan SMA Negeri 1 Tunjungan yang tergabung dalam kegiatan Saka Adhyasta Pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Blora, Andyka Fuad Ibrahim, mengatakan P2P merupakan program untuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“Kami berharap teman-teman yang mengikuti kegiatan ini bisa menjadi agen demokrasi di lingkungan masing-masing. Kalau ada yang ingin didiskusikan soal kepemiluan, silakan terus membangun komunikasi dengan Bawaslu,” kata Andyka.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi mengenai pencegahan pelanggaran dan sengketa pemilu serta teknis pelaporan dugaan pelanggaran.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Blora, Muhammad Mustain, mengatakan kegiatan ini juga menjadi bekal bagi anggota Saka Adhyasta Pemilu untuk memahami demokrasi dan pengawasan sejak dini.
“Pengetahuan ini semoga bisa menjadi bekal, baik dalam pelaksanaan Pilketos (Pemilihan Ketua Osis) di sekolah maupun ketika nantinya teman-teman sudah memiliki hak pilih untuk Pemilu,” ujarnya.
Menurut Mustain, pengawasan partisipatif juga dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di era digital. Bawaslu terus mengajak masyarakat ikut mengawasi dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang benar.
Para anggota Saka Adhyasta Pemilu pun diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi mampu lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak ikut menyebarkan hoaks.v