Perempuan Harus Berpartisipasi Aktif Dalam Pemilu

Blora – Adanya keterkaitan antara kebijakan pemimpin yang berdampak pada masa depan dan kesejahteraan perempuan mengharuskan seorang perempuan aktif dan berperan dalam mengisi kehidupan berdemokrasi.

“Dalam proses berpemilu dan berdemokrasi, perempuan masih ditempatkan di tepian. Banyak beban berat yang harus dipikul perempuan sedangkan ada kebijakan yang dihasilkan pemimpin dari sebuah pemilu dengan masa depan dan kesejahteraan perempuan saling berkaitan, itulah mengapa perempuan harus berperan mendapatkan ruang dalam kehidupan berdemokrasi.” Ujar Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Anik Sholihatun dalam webinar “mendorong peran perempuan dalam pengawasan Pemilu” yang digelar Bawaslu Blora pada Rabu (8/9).

Anik juga menyebut dalam Pilkada tahun 2020 terdapat 20% jumlah perempuan di jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, kemudian di jajaran Panwascam terdapat 21% kehadiran perempuan. Sedangkan ditingkat Pengawas Desa terdapat 26% dan Pengawas TPS 38%.

Dilihat Dari persentase tersebut, kehadiran perempuan di jajaran Pengawas tingkat Kabupaten dan Kecamatan tentu masih kurang dari mandat Undang-Undang yang minimal di angka 30%.

“Banyak faktor, banyak hambatan serta tantangan yang dihadapi. Penyelenggara Pemilu harus merupakan sosok yang tanguh dan gigih, mampu bekerja dibawah tekanan, ancaman, godaan dan itu tidak sembarang perempuan. Sehingga tidak sembarang perempuan yang memberanikan dirinya untuk menjadi seorang penyelenggara Pemilu,” tambahnya.

Sementara itu Hj. Muhim Nailul Ulya, Dosen STAI Khozinatul Ulum sebagai narasumber mengungkapkan peran perempuan menjadi sangat penting dalam Pemilu diantaranya untuk mencapai keadilan bagi perempuan itu sendiri. Bagaimana perempuan dapat memiliki akses yang setara dalam menentukan kebijakan politik yang berpihak kepada perempuan.

“Tujuan dari perempuan berpartisipasi dalam pemilu supaya penyelenggaraan Pemilu dapat berjalan adil, tidak berat sebelah, mewujudkan demokrasi yang menjunjung tinggi kesetaraan baik laki-laki maupun perempuan.” Urai Ulya.

Humas Bawaslu Kabupaten Blora