IKUTI KAMI

Facebook


Profil Pimpinan Bawaslu Kabupaten Blora

Lulus Mariyonan, SP

Lulus Mariyonan merupakan Ketua Bawaslu Kabupaten Blora.

Lahir di Blora, 27 Juni 1974, Sarjana Pertanian dari Universitas Mataram yang saat ini juga sedang menempuh Magister Ilmu Hukum di Universitas Semarang (USM). Pria yang juga Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Blora ini memiliki banyak pengalaman dalam dunia Kepemiluan. Karena sejak tahun 2003 sudah menjadi Ketua Panwaslu Kecamatan Tunjungan. Pada tahun 2013 menjadi Panwaslu Kabupaten Blora hingga sekarang menjadi Bawaslu.

Di Tahun 2018 atas seleksi Bawaslu RI, Lulus terpilih sebagai Anggota Bawaslu Kabupaten Blora dan didapuk sebagai Ketua periode 2018 – 2023. Pria yang tinggal di Desa Tutup ini juga ikut terlibat dalam tim penulis sejarah Traumatik Tragedi Kemanusiaan tahun 1965 di Kabupaten Blora, Bekerja sama dengan Kaum Muda Samin Blora (KM 58) dengan SYAREKAT Yogyakarta yang berjalan selama dua tahun dari 2001 sampai 2003. Usai menyelesaikan tugas itu, ia menjadi pendamping lokal (PL) pada Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Kecamatan Tunjungan pada tahun 2003, Fasilitator pada program Penyusunan Dokumen RPJMD/K Kabupaten Blora tahun 2004 dan fasilitator Kecamatan pada program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4-MI) Kabupaten Blora pada tahun 2007.

Sugie Rusyono, S.IP.

Sugie Rusyono Lahir di desa Jomblang Kecamatan Jepon Blora pada 19 Juni 1978. Ayah dua anak ini merupakan alumnus Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2001. Saat Kuliah juga Aktif di HMJ ilmu Pemerintahan, BEM Fakultas dan senat Universitas dan juga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Setelah lulus, Aktifitas lebih banyak di dunia jurnalistik dan pemberdayaan masyarakat. Seperti menjadi jurnalis pada harian Suara Merdeka, Fasilitator Sosial pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). Juga pernah menjadi pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora Wakil Ketua Bidang Citra dan Komunikasi. Serta menjadi narasumber untuk pelatihan jurnalistik. Salah satu tulisannya tentang pemberdayaan masyarakat masuk 30 besar nasional dan menjadi salah satu judul buku pemberdayaan masyaarakat. Pengalaman dalam kepemiluan didapatkan saat menjadi Ketua Panwaslucam Pilgub Jateng tahun 2008. Pada tahun 2013 menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan Jepon untuk Pilgub 2013, dan Pileg Pilpres tahun 2014. Baru pada tahun 2017 terpilih menjadi Panwaslu Kabupaten Blora untuk Pilgub Jateng tahun 2018 dan anggota Bawaslu Kabupaten Blora periode 2018 – 2023 sebagai Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Blora.

Anny Aisyah, S.Pd.I

Lahir di Semarang 24 Januari 1982. Pendidikan S1 diselesaikan di institut Agama Islam Walisongo (IAIN) yang saat ini menjadi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang dan lulus Tahun 2006. Sejak mahasiswa aktif berorganisasi, baik di organisasi intra kampus maupun extra kampus. Di intra kampus ia aktif di BEM Fakultas Tarbiyah, di surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat UIN Walisongo dan extra kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Setelah lulus, ibu dua anak ini lebih memilih menjadi pekerja sosial, aktif bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat Legal Sources Center untuk Keadilan Gender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Semarang. Pengalaman Kepemiluan dimulai tahun 2013 dengan menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Randublatung pada Pilgub 2013 dan Pileg-Pilpres tahun 2014. Lalu Pada tahun 2015 menjadi Anggota Panwas Kabupaten untuk Pilkada 2015 dan berlanjut di Pilgub Jateng tahun 2018. Kemudian terpilih Menjadi anggota Bawaslu Kabupaten Blora periode 2018 – 2023. dan dipercaya sebagai Koordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga.

Achmad Rozak, S.Pd.I

Lahir di Blora pada 12 Mei 1984. Pendidikan Pesantren lebih banyak ditempuhnya, mulai dari MTs, MA Khozinatul Ulum Blora dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran An Nur Bantul Yogyakarta, sekaligus mondok di Ponpes An Nur Bantul. Setamat dari Bantul, Pria yang tinggal di Desa Dringo Kecamatan Todanan ini kembali ke Blora dan menjadi pengajar di SMK Khozinatul Ulum Todanan Blora. Semasa menjadi mahasiswa, ia aktif di PMII STIQ. Pengalaman kepemiluan dimulai tahun 2015, saat itu menjadi Ketua Panwaslu Kecamatan Todanan untuk Pilkada Bupati Blora. Pada Pilgub 2018 juga menjadi Ketua Panwaslu Kecamatan Todanan. Pria yang selalu berpeci ini kemudian terpilih menjadi anggota Bawaslu Kabupaten Blora periode 2018 – 2013 sebagai Kordiv Organisasi dan SDM.

Andyka Fuad Ibrahim, SE

Bapak dua anak ini lahir di Cepu, Blora 23 Agustus 1985 adalah Anggota Bawaslu Kabupaten Blora termuda periode pertama 2018 – 2023, yang mengampu Kordiv Hukum, Humas,  Data dan Informasi. Jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi ia habiskan di bumi samin tercinta. Lulus Tahun 2003 dari SMA Negeri 1 Blora, ia melanjutkan kuliah di STTR Cepu untuk Jurusan Teknik sipil serta Manajemen Ekonomi di STIE AUB- Surakarta. Kecintaannya akan ilmu pengetahuan menuntunnya untuk melanjutkan Magister Ilmu Hukum di USM Semarang tahun 2019. Berbagai organisasi yang ia geluti dari Ketua Masjid Al-Ikhlas Kedung Jenar, Osis, BEM dan lainnya, mengantarkannya menjadi Ketua Umum HMI Cabang Blora pada tahun 2006, Wakil Ketua DPD KNPI Blora tahun 2010 – 2013 dan Bendahara DPD KNPI Blora 2013 – 2016. PAC GP Ansor Kecamatan Blora, dan Persatuan Hotel Restoran Indonesia Cabang Blora. Melalui organisasi pula ia dirikan Linkarmas Institute, lembaga sosial untuk membantu mendekatkan diri dengan masyarakat. Dan melalui Blitz (Blora Film Community Zone) untuk mewadahi komunitas film di Blora. Karir kepemiluan seorang pengagum Gus Dur, Gus Mus dan Soekarno ini dimulai sejak tahun 2008. Diawali dengan menjadi tenaga lapangan beberapa lembaga survei nasional, kemudian anggota Panwaslu Kecamatan Blora pada tahun 2017. Baginya menjadi Anggota Bawaslu Kabupaten Blora adalah pengabdian dan tantangan bagaimana berperan menjadikan demokrasi di Indonesia semakin berkualitas, berintegritas dan bermartabat.

INFO LAYANAN

PPID BAWASLU BLORA

REGULASI

BULETIN

Gallery Video

AGENDA

No Event Found!