Maksimalkan Layanan Informasi Publik, Bawaslu Gelar Rakor Keterbukaan Informasi Publik dan Kehumasan

Blora – Guna memaksimalkan fungsi kehumasan di era keterbukaan informasi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Blora menggelar rapat koordinasi keterbukaan informasi publik dan kehumasan, Sabtu (5/9).

Sebagai peserta adalah Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Se-Kabupaten Blora (anggota Divisi Sumber Daya Manusia) dan juga staf yang membidangi kehumasan. Bawaslu menilai, keterbukaan informasi dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Bawaslu itu sendiri.

Disampaikan Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Blora, Andyka Fuad Ibrahim, selama ini masyarakat cenderung kesulitan memperoleh
data yang mereka butuhkan berkaitan dengan lembaga dikarenakan pengawas yang sudah purna tugas.

Berkaca dari hal itu, dari keterangan Andyka, pasca Bawaslu Kabupaten/Kota menjadi badan permanen, Bawaslu Kabupaten Blora menghidupkan PPID (Pusat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi).

“Sebelumnya masyarakat selalu kesulitan memperoleh data ketika kita sudah purna tugas sebagai pengawas ad hoc. Sejalan dengan instruksi Bawaslu Propinsi Jateng, PPID Bawaslu Kabupaten Blora dihidupkan”. Urainya.

Selain itu ia juga menekankan pentingnya merawat dan mengarsipkan dokumen yang dikuasai pengawas Pemilu. Serta memahami jenis-jenis informasi publik yang diatur dalam Peraturan Bawaslu.

“Nantinya dokumen-dokumen dari Panwaslu Kecamatan untuk diarsipkan dalam softcopy maupun hardcopy. Ini untuk memastikan dokumen tidak hilang atau tercecer. Dokumen selanjutnya akan dikelola oleh Bawaslu Kabupaten melalui PPID. Dan ketika ada masyarakat yang membutuhkan untuk penelitian, skripsi atau lainnya dapat dilayani oleh Bawaslu Kabupaten.” Ujarnya

Di Kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Sri Sumanta dalam arahannya mengatakan bahwa kunci dari PPID adalah data.

“Dalam PPID, kata kuncinya adalah data, biarlah data yang bicara. Pengawas yang profesional tidak perlu berbicara banyak. Sampaikan semua dengan data, jangan sampai dalam bekerja datanya (pengawasan) kosong.” tambahnya.

Humas Bawaslu Kabupaten Blora