Bawaslu Jawa Tengah Gelar Simulasi Penyelesaian Sengketa di Blora

Blora – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah menggelar simulasi penyelesaian sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Kantor Bawaslu Kabupaten Blora selama dua hari, dari tanggal 8 sd 9 September 2020.

Kegiatan dibuka oleh Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Heru Cahyono serta diikuti Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi, dan Koordinator Sekretariat dari Tujuh Kabupaten/Kota yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Rembang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kota Magelang serta tuan rumah Kabupaten Blora.

“Bawaslu dalam Pilkada 2020 memiliki kewenangan menyelesaikan sengketa proses pemilihan, baik itu sengketa antar peserta maupun sengketa antara peserta dengan penyelenggara (KPU). Tidak heran, ada anggapan bahwa mahkotanya Bawaslu adalah penyelesaian sengketa ini.” Ujar Heru Cahyono dalam sambutannya.

Heru Cahyono menambahkan, simulasi ini merupakan simulasi gelombang kedua setelah yang pertama diadakan di Kabupaten Sragen. Bawaslu Jawa Tengah merencanakan mengadakan kegiatan serupa sebanyak tiga gelombang bagi 21 Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada.

“Bawaslu Jawa Tengah akan mengadakan simulasi bagi 21 Bawaslu Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada. Kami membagi simulasi di tiga tempat dan setiap simulasi diikuti tujuh Bawaslu Kabupaten/Kota, ” Ujarnya.

Simulasi berlangsung selama dua hari, dan dibagi menjadi tiga sesi. Hari pertama, membahas bagaimana penerimaan permohonan sengketa serta memasukkan data ke dalam
aplikasi Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa (SIPS) dan setelah itu dilanjutkan musyawarah secara tertutup. Selanjutnya pada hari kedua dilakukan simulasi tentang musyawarah secara terbuka.

“Semoga dengan simulasi ini, kemampuan Bawaslu Kabupaten/Kota dalam menyelesaikan sengketa proses dalam tahapan Pilkada semakin meningkat,” pungkas Heru.

Humas Bawaslu Kabupaten Blora